Lebih dari delapan belas
abad telah lewat sejak rasul‑rasul itu berhenti dari pekerjaan mereka, tetapi
sejarah kerja keras dan pengorbanan mereka untuk nama Kristus masih ada di
antara harta sidang yang paling berharga. Sejarah ini yang ditulis di bawah
petunjuk Roh Kudus, dicatat supaya oleh pengikut‑pengikut Kristus pada setiap
zaman dapat didorong kepada semangat dan kesungguh‑sungguhan yang lebih besar
dalam pekerjaan Kristus.
Perintah yang diberikan
Kristus kepada murid‑murid, mereka penuhi. Sementara pesuruh‑pesuruh salib ke
luar untuk memasyhurkan Injil, ada suatu kenyataan kemuliaan Allah yang belum
pernah disaksikan oleh manusia yang fana. Oleh kerja sama Roh Ilahi, rasul‑rasul
itu melakukan pekerjaan yang menggoncangkan dunia ini. Kepada setiap bangsa
Injil itu disampaikan dalam satu generasi.
Hasil‑hasil yang mulia yang
menyertai pelayanan rasul‑rasul Kristus yang terpilih itu. Pada permulaan
pelayanan mereka beberapa dari mereka adalah orang‑orang yang tak terpelajar,
tetapi pengabdian mereka kepada pekerjaan Tuhannya adalah dengan terang‑terangan,
dan di bawah petunjuk‑Nya mereka mendapat persediaan untuk pekerjaan yang besar
yang dipercayakan kepada mereka. Anugerah dan kebenaran memerintah dalam hati
mereka, mengilhamkan motif mereka dan mengendalikan perbuatan mereka. Kehidupan
mereka disembunyikan bersama Kristus dalam Allah, dan diri sendiri dilupakan,
diselamkan dalam kedalaman kasih yang tak terbatas.
Murid‑murid adalah orang‑orang
yang mengetahui bagaimana berbicara dan berdoa dengan sungguh‑sungguh, orang‑orang
yang dapat mengendalikan kuasa dari Kekuatan Israel. Berapa dekatnya mereka
berdiri di sisi Allah, dan memberikan kehormatan pribadi mereka kepada takhta‑Nya.
Tuhan Allah adalah Allah mereka. Kehormatan‑Nya adalah kehormatan mereka.
Kebenaran‑Nya adalah kebenaran mereka. Sesuatu serangan yang diadakan terhadap
Injil adalah seperti memotong dalam ke jiwa mereka, dan dengan setiap kuasa
dari kekuasaan mereka, mereka bergumul untuk pekerjaan Kristus. Mereka dapat
memberikan perkataan kehidupan sebab mereka telah mendapat pengurapan surga. Mereka
mengharapkan banyak, dan itulah sebabnya mereka mencoba banyak. Kristus telah
menyatakan diri sendiri kepada mereka, dan kepada‑Nya mereka memandang untuk
tuntunan. Pengertian mereka akan kebenaran dan kuasa mereka akan menahan
pertentangan seimbang dengan penyesuaian mereka kepada kehendak Allah. Yesus
akal budi dan kuasa Allah, adalah tema setiap percakapan. Nama‑Nya satu‑satunya
nama yang diberikan di bawah langit dengan mana manusia dapat diselamatkan
ditinggikan oleh mereka. Sementara mereka memasyhurkan kesempurnaan Kristus,
Juruselamat yang sudah bangkit, perkataan mereka menggerakkan hati, dan pria
dan wanita dimenangkan kepada Injil. Orang banyak yang telah mencerca nama
Juruselamat dan menghinakan kuasa‑Nya sekarang mengaku diri sendiri murid‑murid
dan Yang Tersalib itu.
Bukan di dalam kuasanya
sendiri rasul‑rasul melaksanakan tugas mereka, tetapi di dalam kuasa Allah yang
hidup. Pekerjaan mereka tidaklah mudah. Pekerjaan pembukaan dari gereja Kristus
disertai dengan kesukaran dan kesedihan yang pahit. Dalam pekerjaan mereka
murid‑murid selalu menemui kekurangan, fitnah, dan aniaya; tetapi mereka tidak
menganggap kehidupan mereka berharga kepada diri mereka sendiri dan bersuka
bahwa mereka telah dipanggil untuk menderita bagi Kristus. Keragu‑raguan,
kebimbangan, kelemahan maksud, tidak mempunyai tempat dalam usaha mereka.
Mereka rela untuk menggunakan dan untuk digunakan. Kesadaran akan tanggung
jawab yang ada pada mereka menyucikan dan memperkaya pengalaman mereka, dan
rahmat surga dinyatakan dalam penaklukan yang mereka capai untuk Kristus.
Dengan kuasa yang mahakuasa Allah bekerja melalui mereka untuk menjadikan Injil
menang.
Di atas dasar yang telah
diletakkan sendiri oleh Yesus, rasul‑rasul itu mendirikan sidang Allah. Dalam Kitab
Suci gambar tentang pendirian bait suci sering digunakan untuk melukiskan
pembangunan gereja. Zakharia menunjuk kepada Kristus sebagai Cabang yang harus
mendirikan bait suci Tuhan. Ia berbicara tentang orang‑orang kafir sebagai
membantu dalam pekerjaan: "Orang‑orang dari jauh akan datang untuk turut
membangun bait Tuhan; " dan Yesaya menjelaskan, "Orang‑orang asing
akan membangun tembokmu." Zakharia 6:12, 15; Yesaya 60:10.
Menulis tentang pembangunan
bait suci ini, Petrus mengatakan, "Dan datanglah kepada‑Nya, batu yang
hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormati
di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk
pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan
rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah." 1 Petrus 2:4, 5.
Di dalam penggalian dunia
Yahudi dan kafir, rasul‑rasul itu bekerja, membawa batu‑batu untuk diletakkan
pada dasarnya. Dalam suratnya kepada orang‑orang percaya di Efesus, Paulus
berkata, "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan
kawan sewarga dari orang‑orang kudus dan anggota‑anggota keluarga Allah, yang
dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai
batu penjuru. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman
Allah, di dalam Roh." Efesus 2:19‑22.
Dan kepada orang‑orang
Korintus ia menulis: "Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang
dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah
meletakkan dasar dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap‑tiap
orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena
tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang
telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar
ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali
kelak pekerjaan masing‑masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan
menyatakannya, sebab Ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing‑masing
orang akan diuji oleh api." 1 Korintus 3:10‑13.
Rasul‑rasul itu mendirikan
di atas alasan yang pasti, Batu Zaman. Dan dari dasar ini mereka membawa batu‑batu
yang mereka gali dari dunia. Bukannya tanpa halangan pendiri‑pendiri itu
bekerja. Pekerjaan mereka telah dijadikan sangat sulit oleh pertentangan musuh‑musuh
Kristus. Mereka harus berperang melawan kefanatikan, prasangka dan kebencian
dari mereka yang mendirikan alasan yang palsu. Banyak yang bekerja sebagai
pembangun‑pembangun sidang dapat diandalkan sebagai pembangun‑pembangun tembok
pada zaman Nehemia, yang tentang mereka dituliskan: "Orang‑orang yang
memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan
tangan yang lain mereka memegang senjata." Nehemia 4:17.
Raja‑raja dan gubernur‑gubernur,
imam‑imam dan penghulu‑penghulu, berusaha hendak membinasakan bait suci Allah.
Tetapi menghadapi pemenjaraan, siksaan dan kematian, orang‑orang yang setia
menjalankan pekerjaan itu; dan bangunan itu bertumbuh, indah dan simetris. Ada
kalanya pekerja‑pekerja hampir dibutakan oleh kabut takhyul yang mengelilingi
mereka. Ada kalanya mereka hampir dikuasai oleh penggagahan dari lawan mereka.
Tetapi dengan iman yang tidak bimbang dan keberanian yang tidak gagal mereka
maju terus dengan pekerjaan itu.
Silih berganti pendiri‑pendiri
yang paling terkemuka jatuh oleh tangan musuh. Stefanus sudah dilontari dengan
batu; Yakobus dibunuh dengan pedang; Paulus dipenggal kepala; Petrus
disalibkan; Yohanes dibuang. Walaupun demikian sidang bertumbuh. Pekerja‑pekerja
yang baru mengambil tempat mereka yang jatuh, dan batu demi batu ditambahkan
kepada bangunan itu. Dengan demikian perlahan‑lahan naiklah bangunan sidang
Allah.
Berabad‑abad dari
penganiayaan yang hebat mengikuti pendirian sidang Kristen, tetapi tidak pernah
kekurangan manusia yang menghitung pekerjaan membangunkan bait suci Allah lebih
mulia daripada diri sendiri. Tentang itu ada tertulis: "Ada pula yang
diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari,
digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit
domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di
pegunungan, dalam gua‑gua dan celah‑celah gunung." Ibrani 11:36‑38.
Musuh‑musuh kebenaran tidak
membiarkan sesuatu untuk tidak dilakukan dalam usahanya untuk menghentikan
pekerjaan yang dipercayakan kepada pembangun‑pembangun Tuhan. "Namun Ia
bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan." Kisah
14:17. Pekerja‑pekerja dibangkitkan yang sanggup mempertahankan iman sekali
lagi dipersembahkan kepada orang‑orang suci. Sejarah mencatat ketabahan dan
kepahlawanan orang‑orang ini. Seperti rasul‑rasul, kebanyakan dari mereka jatuh
pada tempat mereka, tetapi pembangunan bait suci maju terus. Pekerja‑pekerja
dibunuh, tetapi pekerjaan maju terus. Orang‑orang Waldensia, Yohanes Wycliffe,
Huss dan Jerome, Martin Luther dan Zwingli, Cranner, Latimer, dan Knox, orang‑orang
Huguenot, Yohanes dan Charles Wesley, dan banyak lagi yang lain‑lain membawa
bahan dasar yang akan tahan lama sampai selama‑lamanya. Dan dalam tahun‑tahun
selanjutnya mereka yang telah dengan sangat mulianya mencoba memajukan
penyebaran sabda Allah, dan mereka yang oleh pelayanan mereka di negeri‑negeri
kafir telah menyediakan jalan untuk mengumandangkan pekabaran besar yang
terakhir--ini juga telah menolong untuk membesarkan bangunan itu.
Melalui zaman‑zaman yang
telah lalu sejak hari‑hari rasul‑rasul itu, pembangunan bait suci itu tidak
pernah berhenti. Kita dapat memandang kepada abad‑abad dan melihat batu‑batu
yang hidup yang mana hal itu disusun seperti pancaran terang melalui kegelapan
kesalahan dan takhyul. Melalui kekekalan permata‑permata yang berharga ini akan
bersinar dengan kilauan yang bertambah‑tambah, menyaksikan kuasa kebenaran
Allah. Sinar kelap‑kelip dari batu‑batu yang digosok ini menyatakan perbedaan
yang kuat antara terang dan kegelapan, antara emas kebenaran dan sampah
kesalahan.
Paulus dan rasul‑rasul yang
lain, dan semua orang benar yang telah hidup sejak waktu itu, telah melakukan
bagian mereka dalam pembangunan bait suci. Tetapi bangunan itu belum selesai.
Kita yang hidup pada zaman ini mempunyai suatu pekerjaan untuk dilaksanakan,
suatu bagian untuk dilakonkan. Kita harus membawa bahan dasar yang akan tahan
ujian api--emas, perak, batu‑batu yang berharga, "yang dipahat untuk
bangunan istana." Mazmur 144:12. Kepada mereka yang dengan demikian
mendirikan bagi Allah, Paulus mengucapkan perkataan keberanian dan amaran:
"Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan
diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api." 1 Korintus 3:14, 15. Orang
Kristen yang dengan setia memberikan sabda kehidupan, memimpin pria dan wanita
ke dalam jalan kesucian dan damai, sedang membawa bahan dasar yang akan tahan
lama, dan dalam kerajaan Allah akan dihormati sebagai seorang pembangun yang
bijaksana.
Tentang rasul‑rasul telah
tertulis, "Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan
Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda‑tanda yang
menyertainya." Markus 16:20. Sebagaimana Kristus mengutus murid‑murid‑Nya,
demikian juga pada dewasa ini Ia mengutus anggota‑anggota sidang‑Nya. Kuasa
yang sama yang murid‑murid miliki adalah bagi mereka. Jika mereka mau
menjadikan Allah kekuatan mereka, Ia akan bekerja dengan mereka, dan mereka
tidak akan bekerja dengan sia‑sia. Biarlah mereka menyadari bahwa pekerjaan
dalam mana mereka terlibat adalah salah satu di atas mana Tuhan telah
menempatkan cap‑Nya. Tuhan berkata kepada Yeremia, "Janganlah katakan: Aku
ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi,
dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut
kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau."
Kemudian Tuhan menempatkan tangan‑Nya dan menjamah bibir hamba‑Nya, mengatakan,
"Sesungguhnya Aku menaruh perkataan‑perkataan‑Ku ke dalam mulutmu."
Yeremia 1:7‑9. Dan Ia memerintahkan kepada kita untuk pergi keluar untuk
mengucapkan perkataan yang diberikan‑Nya kepada kita, merasakan jamahan‑Nya
yang suci pada bibir kita.
Kristus telah memberikan
kepada sidang suatu beban yang suci. Setiap anggota harus menjadi suatu saluran
melalui mana Allah dapat memberikan kepada dunia harta kasih karunia‑Nya,
kekayaan Kristus yang tidak terselidiki. Tidak ada sesuatu yang Juruselamat
inginkan begitu besar sebagaimana agen‑agennya yang akan mewakilkan kepada
dunia ini Roh‑Nya dan tabiat‑Nya. Tidak ada sesuatu yang dunia perlukan begitu
banyak seperti pernyataan melalui manusia kasih Juruselamat. Segenap surga
sedang menunggu pria dan wanita melalui siapa Allah dapat menyatakan kuasa
Kekristenan.
Sidang itu adalah agen
Allah untuk memasyhurkan kebenaran, diberikan wewenang oleh‑Nya untuk melakukan
pekerjaan yang istimewa; dan jika ia setia kepada‑Nya, menurut segala perintah‑Nya,
akan tinggal di dalamnya keistimewaan kasih karunia Ilahi. Jika ia benar kepada
kesetiaan‑Nya, jika ia menghormati Tuhan Allah orang Israel, tidak akan ada
kuasa yang dapat bertahan terhadap dia.
Semangat bagi Allah dan
pekerjaan‑Nya menggerakkan murid‑murid untuk bersaksi bagi Injil dengan kuasa
yang besar. Bukankah dengan semangat yang sama hati kita menyala dengan suatu
keputusan untuk mengabarkan cerita tentang kasih yang menebus, tentang Kristus
dan penyaliban‑Nya? Adalah kewajiban setiap orang Kristen, bukan saja
mengharapkannya, tetapi untuk memperlekas kedatangan Juruselamat.
Jika sidang mau mengenakan
jubah kebenaran Kristus, menarik semua ikatan persekutuan dengan dunia, akan
ada di hadapannya fajar dari hari yang cerah dan mulia. Janji Allah kepadanya
akan berdiri teguh sampai selama‑lamanya! Ia akan menjadi baginya suatu
keunggulan yang kekal, suatu kesukaan dari banyak keturunan. Kebenaran,
terlewatkan oleh mereka yang menghinakan dan menolaknya, akan menang. Meskipun
kadang‑kadang tampaknya diperlambat, kemajuannya tidak pernah dihambat. Bila
pekabaran Allah menemui perlawanan, Ia memberi kepada sidang tenaga tambahan,
supaya dapat mempunyai pengaruh yang lebih besar. Dianugerahi dengan tenaga
Ilahi, itu akan memotong jalan melalui rintangan dan kemenangan yang terkuat
atas setiap rintangan.
Apakah yang menunjang Anak
Allah selama hidup‑Nya, bekerja keras dan berkorban? Ia melihat hasil‑hasil
kerja keras dari jiwa‑Nya dan merasa puas. Melihat kepada kekekalan, Ia
memandang kebahagiaan mereka yang melalui kerendahan‑Nya telah menerima
pengampunan dan hidup yang kekal. Telinga‑Nya mendengar teriakan orang‑orang
tebusan. Ia mendengar yang ditebus itu menyanyi nyanyian Musa dan Anak Domba.
Kita boleh mempunyai suatu
pemandangan tentang masa depan, kebahagiaan surga. Dalam Kitab Suci dinyatakan
khayal‑khayal tentang kemuliaan yang akan datang, pemandangan yang digambarkan
oleh tangan Allah, dan keadaan‑keadaan ini sangat berharga kepada sidang‑Nya.
Oleh iman kita boleh berdiri di ambang kota yang kekal, dan mendengar sambutan
yang sangat ramah yang diberikan kepada mereka yang dalam kehidupan ini bekerja
sama dengan Kristus, menganggapnya sebagai suatu kehormatan untuk menderita
karena nama‑Nya. Sebagai perkataan diucapkan, "Mari hai kamu yang
diberkati oleh Bapaku," mereka membuangkan mahkota mereka pada kaki
Penebus, sambil berseru, "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk
menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan
kemuliaan, dan puji‑pujian, . . . Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi
Anak Domba, adalah puji‑pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama‑lamanya."
Matius 25:34; Wahyu 5:12, 13.
Di sanalah orang‑orang
tebusan menghormati mereka yang memimpinnya kepada Juruselamat, dan semuanya
bersatu dalam memuji Dia yang mati supaya umat manusia boleh mempunyai hidup
yang terukur dengan kehidupan Allah. Pertempuran sudah selesai. Kesusahan dan
pergumulan sudah berakhir. Nyanyian kemenangan memenuhi segenap surga sedang
orang‑orang tebusan memetik nada yang menggembirakan, Layaklah, Layaklah Anak
Domba yang telah tersembelih, dan hidup lagi, seorang pemenang yang jaya.
"Kemudian daripada itu
aku melihat, sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat
terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri
di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang
daun‑daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru:
Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak
Domba!" Wahyu 7:9, 10.
"Mereka
ini adalah orang‑orang yang ke luar dari kesusahan besar; dan mereka telah
mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu
mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait
Suci‑Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah‑Nya di
atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari
atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di
tengah‑tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka
ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata
mereka." "Dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi
perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama
itu telah berlalu." Wahyu 7:14‑17; 21:4.
No comments:
Post a Comment